BOB PT. BSP - Pertamina Hulu Kejar Lifting 11.850 Barrel/Hari

Posted on: 23 Januari, 2017 (706 Views)


Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako-PT Pertamina Hulu selaku operator Blok Coastal Plain Pekanbaru mengejar target lifting 2017 rata-rata 11.850 barrel per hari sesuai yang ditargetkan SKK Migas.

General Maneger BOB BSP Pertamina Hulu Susanto Budi Nugroho mengatakan pihaknya akan mengefisiensi biaya pengeluaran. Karena harga minyak dunia dinilai belum membaik pada tahun ini.

Cukup berat untuk mencapai target pada tahun ini. Tapi, kita harus mampu mencapai target dengan menimalisir biaya pengeluaran," katanya, Kamis (12/1/2017) saat diwawncarai di Siak, Riau.

BOB berusaha menekan efisiensi biaya pengeluaran sebesar 34%. BOB juga memaksimalkan potensi sumur yang ada. Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Siak dan Badan Usaha Milik Negara itubelum mampu melakukan eksplorasi mencari sumur baru. Hal ini diterapkan semenjak dua tahun terakhir.

Dalam dua tahun terakhir, BOB BSP Pertamina Hulu selalu melampaui target lifting, meski rata-rata prodiksi per hari selalu mengalami penurunan.

Produksi blok CPP tercatat mencapai 12.855 barrel per hari di sepanjang tahun lalu. Total produksi minyak bumi Blok CPP mencapai 4.715.677 barrel selama 2016. Pencapaian ini melibih target lifting rata-rata 12.343 barrel per hari.

Namun, secara yar on year, total produksi minyak bumi di wilayah kerja tersebut menurun. Rata-rata produksi pada tahun 2015 mencapai 14.025 barrel per hari, meski di periode itu, BOB BSP Pertamina Hulu berhasil melampaui target dari SKK migas 13.170 barrel per hari.

Susanto mengatakan BOB juga masih mencatatkan keuntungan dalam dua tahun tersebut meski langkah efisiensi diterapkan. Namun, dia tidak menyebutkan secara pasti keuntungan perusahaan itu.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan SKK migas menaikkan target lifting nasional di tahun ini menjadi 825.000 barrel per hari. Riau meripakan salah satu daerah sentra minyak bumi dengan dominasi 40% total produksi minyak nasional.

Andi Rachman mengatakan pencapaian target tahun ini tentu tidak mudah, mengingat harga minyak dunia masih belum membaik.

"Pihak operator minyak bumi di Riau perlu bersifat proaktif kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengejar target lifting," kata Andi Rachman.

Hal-hal yang bisa dikoordinasikan, kata Andi Rachman, seperti persoalan lahan, perizinan dan lainnya. Pemprov Riau mendorong tercapainya target lifting di setiap wilayah kerja minyak bumi.

Terdapat 8 wilayah kerja (blok) migas di Riau yaitu Coastal Plain Pekanbaru, Blok Siak, Blok Rokan Blok Langgak, Blok Kampar, Blok Lirik, Blok Malacca Strait dan Blok Selat Panjang. Beberapa perusahaan besar yang mengelola blok tersebut diantaranya PT Chevron Pacific Indonesia, PT Energi Mega Persada, PT Pertamina.

Dari data Pemprov Riau kontribusi sektor industri migas terhadap PDRB terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. PDRB sektor migas pada tahun 2011 tercatat 24,73%, terus meningkat pada tahun 2012 mencapai 25,46%, tahun 2013 mencapai 26,57%, tahun 2014 mencapai 27,53% dan tahun 2015 mencapai 28,26%. Tahun ini, diprediksi akan menyentuh 29% meski pemerintah belum merilisinya secara resmi. (Sumber dari : Bisnis.com)