Produksi minyak Badan Operasional Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP)–Pertamina Hulu melampaui target.

Posted on: 23 Januari, 2017 (625 Views)


Mengawali tahun 2017, Badan Operasi Bersama PT. BSP-Pertamina Hulu bernafas lega dengan pencapaian target tahun 2016 sebesar 12.343 barrel minyak per hari (BOPD), BOB  mampu memproduksi 12.885 BOPD.

"Alhamdulillah BOB lampaui target produksi minyak yang ditetapkan oleh pemerintah (SKK Migas) pada tahun 2016. Kita berhasil memproduksikan rata rata atau sebanyak 4.715.677 Barrel yang dihasilkan selama tahun 2016," kata Novi Sugiyanto,
Senior Operation Manager BOB PT. BSP–Pertamina Hulu dalam siaran pers yang diterima riauterkinicom, Senin (02/01/17).

Selain pencapaian produksi diatas target di tahun 2016, BOB juga mencatat beberapa prestasi, di antaranya menerima penghargaan ; (1) Patra Nirbhaya Karya Utama Adi Nugraha I, (2) Proper Biru 2015 dan 2016 dari MENLHK, (3) Gold Category For CIP 2016 - PC Prove BOR, (4) Gold Category For CIP 2016 - PC Prove Green Oil serta (5) Gold Category For CIP 2016 - PC Prove Oil Hunter.

"Di samping itu, BOB juga menyabet penghargaan untuk kategori perusahaan nihil kecelakaan kerja dari Manajer dan Bupati Siak, juga piagam penghargaan Hari Anak Nasional," katanya lagi.

Menyikapi turunnya harga minyak mentah dunia hampir mencapai 70 persen, Novi Sugiyanto mengatakan BOB telah melakukan berbagai langkah yang efektif dan efisiensi di semua lini agar tetap bisa
survive.

Langkah langkah efisiensi itu, ungkapnya, sejak pertengahan tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 lalu dengan memangkas biaya operasi, selektif dalam menjalankan program kerja, pengurangan benefit benefit terhadap karyawan tanpa melakukan PHK dan pengurangan target produksi.

"Untuk tahun 2017 diperkirakan harga minyak masih rendah. Sehingga tetap akan dilakukan efisiensi agar BOB bisa bertahan menghasilkan
revenue bagi Negara dan pemegang saham," ucap Novi Sugiyanto lagi.

Kendati harga minyak yang belum juga membaik, sebutnya, BOB masih bisa berkontribusi dengan membantu program kerja para
stakeholder atau pemangku kepentingan. Kebijakan ini bukan hanya terjadi di BOB saja, namun terjadi di semua bisnis perminyakan.

Menurut Novi, hal ini adalah tantangan yang berat, dan BOB mengharapkan dukungan dan pengertian dari seluruh pemangku kepentingan untuk menghadapi masalah ini. Sebab jika berlanjut bisa terjadi pengurangan pekerja, baik mitra kerja maupun pegawai BOB sendiri.

"Mudah-mudahan ada perubahan ke arah yang lebih baik di tahun ini dan BOB akan tetap berupaya dengan sekuat tenaga untuk tetap
survive," pungkasnya berharap. (sumber : Riauterkini.com)




Foto lain