Mogok Sebagian Pekerja Belum Ganggu Produksi Minyak BOB PT BSP-Pertamina Hulu

Posted on: 25 Agustus, 2016 (1168 Views)


BOB PT BSP-Pertamina Hulu pastikan mogok sebagian pekerja hari ini belum mengganggu produksi minyak. Aksi demo dilakukan pekerja pihak perusahaan jasa penunjang/mitra kerja.

Aksi mogok kerja yang dilakukan sebagian buruh, terhitung mulai tanggal 15/8/16, belum mengganggu produksi minyak Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP)-Pertamina Hulu.

Hal itu diungkapkan Team Manager Community & Relation Development BOB, Desyunarman kepada wartawan. Disebutkannya, aksi mogok itu dilakukan oleh para pekerja pihak perusahaan jasa penunjang/mitra kerja yang tergabung dalam SBCI Provinsi Riau, berlangsung 15–19 Agustus 2016.

"Jadi, mereka yang demo ini bukan dari pekerja BOB. Namun kita telah menerima tiga item yang menjadi tuntutan para pendemo,'' jelasnya. Ketiga tuntutan demonstran itu antara lain; (1) Menolak adanya pengurangan pekerja/buruh perusahaan jasa penunjang di lingkungan BOB PT BSP-Pertamina Hulu, (2) Pemberian pesangon setiap penggantian perusahaan dan pembayaran pesangon perusahaan sebelumnya, serta (3) Agar BOB PT BSP-Pertamina Hulu menyesuaikan pembayaran upah pekerja/buruh jasa penunjang sesuai SK GUBRI No.572/VI/2016 tentang upah minimum Sub Sektor Pertambangan Minyak dan Bumi dan aktifitas pertambangan Minyak dan Gas alam (Migas) Provinsi Riau tahun 2016.

Menjawab tuntan tersebut, Desyunarman menyampaikan, setelah kontrak berakhir perusahaan perlu mengevaluasi penggunaan tenaga kerja penunjang sesuai dengan jumlah pekerjaan, program kerja, peralatan kerja, safety dan ketersedian dana yang ada.

"Saat ini semua perusahaan migas juga melakukan efisiensi agar bisa bertahan disaat kondisi harga minyak yang jatuh drastis, yang juga berimbas pada penerimaan Negara," ungkapnya.

Sementara mangenai pesangon, Team Manager Community & Relation Development BOB-PT BSP, disarankan supaya diselesaikan oleh perusahaan mitra tersebut dengan pekerja yang bernaung dibawahnya. Hal ini tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku dengan mengacu kepada Kepmenaker No.04 tahun 2009.

Selanjutnya, tentang SK GUBRI UMSP tahun 2016 yang baru keluar, Desyunarman menyatakan bahwa BOB komit dan akan taat pada aturan dan siap melakukan perbaikan kedepan untuk kepentingan bersama.

BOB PT BSP-Pertamina Hulu mengharapkan penyelesaian masalah-masalah ketenagakerjaan antara pekerja/buruh mitra kerja BOB dapat dibicarakan secara internal perusahaan maupun eksternal melalui mekanisme yang benar sehingga bisa diselesaikan dengan baik.

Ditambahkannya, sangat disayangkan mogok kerja tetap dilakukan, karena sebelumnya pada Jumat (12/8/16) lalu sudah ada mediasi Disosnakertrans Siak antara SCBI dengan BOB. Hasilnya, sudah didapat kesepakatan bersama untuk membentuk team perundingan yang terdiri dari pihak BOB, SBCI dan Disosnakertrans Siak.

"Dengan tercapainya kesepakatan seharusnya mogok kerja tidak perlu terjadi,'' ucapnya.

BOB berharap mogok kerja dapat dilakukan secara damai dengan tidak melakukan tindakan anarkis, ancaman/intimidasi terhadap pekerja lain yang ingin tetap bekerja dan perusakan fasilitas BOB yang notabene adalah milik Negara. Pihaknya juga mengucapkan terimaksih atas kerjasama yang baik dari pihak jajaran Kepolisian Polres Siak dalam menjaga objek vital Negara di BOB.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Disosnakertrans Siak atas dukungannya dalam memfasilitasi acara mediasi tersebut," pungkas Desyunarman. (Riauterkini.com)